Lecturer : Leon Abdillah
Membangun Perpustakaan Berbasis Konsep Knowledge Management
Transformasi Menuju Research College dan Perguruan Tinggi
Berkualitas Internasional
Pengertian Tree Decision
Tree Decision adalah sebuah metode untuk menentukan
faktor utama berdasarkan perbandingan antar faktor yang satu dengan yang
lainnya. Dalam mengambil keputusan tentunya terdapat berbagai pertimbangan yang
perlu dipikirkan terlebih dahulu. Faktor faktor penunjang tersebut dibandingkan
satu sama lainnya. Untuk mempermudah perbandingan faktor-faktor ini
dikelompokkan menjadi beberapa kategori dengan membuat persentase masing-masing
factor terlebih dahulu. Dari masing-masing kategori tersebut ditentukan faktor
yang paling menunjang.
Setelah didapat faktor yang paling menunjang dari
masing-masing kategori maka dapat dilanjutkan dengan membandingkan faktor dari
kategori yang berbeda. Dari hasil perbandingan tersebut dapat ditentukan faktor
utama yang paling menunjang keputusan tersebut. Keuntungan merupakan hal utama
yang perlu dipikiran lebih lanjut dalam suatu perusahaan. Suatu usaha yang
digeluti akan kandas ditengah jalan apabila keuntungan tidak didapatkan.
Ataupun apabila keuntungan tidak sesuai dengan prediksi bisa saja usaha
tersebut dihentikan. Tentunya terdapat banyak faktor yang menunjang keuntungan
suatu perusahaan. Salah satu faktor tersebut adalah lokasi usaha. Penentuan lokasi
usaha melalui pendekatan Tree Decision menghasilkan prediksi lokasi usaha yang
efektif dan efisien sehingga memberikan keuntungan yang maksimal bagi
perusahaan.
1. Representasi
Tree Decision
Pada awal penentuan lokasi bisnis
tentunya harus ditentukan terlebih dahulu adalah bisnis yang akan digeluti. Hal
kedua yang perlu ditentukan adalah jenis kantor yang ingin dibuat. Setelah
kedua hal ini didapatkan maka hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah
faktor-faktor yang menunjang lokasi bisnis sesuai dengan bidang bisnis dan
jenis kantor yangingin dibuat.
Faktor-faktor yang telah ditentukan
sebagai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan lokasi bisnis
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Kelompok kelompok faktor ini harus
dibuat berdasarkan persamaan kategori yang dimiliki masing-masing faktor.
Apabila faktor-faktor ini tidak
memiliki kesamaan yang signifikan maka sebaiknya dikelompokkan menjadi kategori
yang lain. Hal ini dipergunakan agar mempermudah dalam menentukan faktor yang
paling menunjang pada masing-masing kategori.
2. Tree
Decision dengan Pendekatan Tabel
Dari pendekatan tabel dapat
diketahui persentase masing-masing faktor yang menunjang pemilihan lokasi
bisnis. Setelah persentase ini diketahui maka dapat dengan mudah ditentukan faktor
yang paling menunjang dari suatu kategori. Selanjutnya membandingkan
faktor-faktor yang paling menunjang dari masing-masing kategori dengan kategori
lainnya.
Walaupun persentase yang dimiliki
suatu kategori tinggi belum tentu faktor inilah yang merupakan faktor utama
dalam pemilihan lokasi bisnis dibidang yang bersangkutan.Dalam hal ini
diperlukan pendekatan parameter-parameter yang lebih terperinci. Misalnya saja
pengusaha ingin memajukan ingin memajukan salah satu bagian dari bidang usaha.
Tentunya kategori ini mempunyai
nilai yang lebih dari kategori-kategori lain. Dari persentase faktor serta
kelebihan-kelebihan inilah dapat ditentukan faktor utama yang paling menunjang
pemilihan lokasi bisnis dibidang yang digeluti.
Secara konsep Decision tree adalah salah satu dari
teknik decision analysis.Tries sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun
1960-an oleh Fredkin. Trie atau digital tree berasal dari kata retrival
(pengambilan kembali) sesuai dengan fungsinya. Secara etimologi kata ini
diucapkan sebagai ‘tree’. Meskipun mirip dengan penggunaan kata ‘try’ tetapi
hal ini bertujuan untuk membedakannya dari general tree. Dalam ilmu komputer,
trie, atau prefix tree adalah sebuah struktur data dengan representasi ordered
tree yang digunakan untuk menyimpan associative array yang berupa string.
Berbeda dengan binary search tree (BST) yang tidak ada node di tree yang
menyimpan elemen yang berhubungan dengan node sebelumnya dan, posisi setiap
elemen di tree sangat menentukan. Semua keturunan dari suatu node mempunyai
prefix string yang mengandung elemen dari node itu, dengan root merupakan
string kosong. Values biasanya tidak terkandung di setiap node, hanya di daun
dan beberapa node di tengah yang cocok dengan elemen tertentu.
Secara singkat bahwa Decision Tree merupakan salah satu metode klasifikasi pada
Text Mining. Klasifikasi adalah proses menemukan kumpulan pola atau
fungsi-fungsi yang mendeskripsikan dan memisahkan kelas data satu dengan
lainnya, untuk dapat digunakan untuk memprediksi data yang belum memiliki kelas
data tertentu (Jianwei Han, 2001).
Decision Tree adalah sebuah struktur pohon, dimana setiap node pohon
merepresentasikan atribut yang telah diuji, setiap cabang merupakan suatu
pembagian hasil uji, dan node daun (leaf) merepresentasikan kelompok kelas
tertentu. Level node teratas dari sebuah Decision Tree adalah node akar (root)
yang biasanya berupa atribut yang paling memiliki pengaruh terbesar pada suatu
kelas tertentu. Pada umumnya Decision Tree melakukan strategi pencarian secara
top-down untuk solusinya. Pada proses mengklasifikasi data yang tidak
diketahui, nilai atribut akan diuji dengan cara melacak jalur dari node akar
(root) sampai node akhir (daun) dan kemudian akan diprediksi kelas yang dimiliki
oleh suatu data baru tertentu.
Decision Tree menggunakan algoritma ID3 atau C4.5, yang diperkenalkan dan
dikembangkan pertama kali oleh Quinlan yang merupakan singkatan dari Iterative
Dichotomiser 3 atau Induction of Decision “3″ (baca: Tree).
Algoritma ID3 membentuk pohon keputusan dengan metode
divide-and-conquer data secara rekursif dari atas ke bawah. Strategi
pembentukan Decision Tree dengan algoritma ID3 adalah:
• Pohon dimulai sebagai node tunggal (akar/root) yang merepresentasikan semua data..
• Sesudah node root dibentuk, maka data pada node akar akan diukur dengan information gain untuk dipilih atribut mana yang akan dijadikan atribut pembaginya.
• Sebuah cabang dibentuk dari atribut yang dipilih menjadi pembagi dan data akan didistribusikan ke dalam cabang masing-masing.
• Pohon dimulai sebagai node tunggal (akar/root) yang merepresentasikan semua data..
• Sesudah node root dibentuk, maka data pada node akar akan diukur dengan information gain untuk dipilih atribut mana yang akan dijadikan atribut pembaginya.
• Sebuah cabang dibentuk dari atribut yang dipilih menjadi pembagi dan data akan didistribusikan ke dalam cabang masing-masing.
• Algoritma ini akan terus menggunakan proses yang
sama atau bersifat rekursif untuk dapat membentuk sebuah Decision Tree. Ketika
sebuah atribut telah dipilih menjadi node pembagi atau cabang, maka atribut
tersebut tidak diikutkan lagi dalam penghitungan nilai informasi.
• Proses pembagian rekursif akan berhenti jika salah satu dari kondisi dibawah ini terpenuhi:
• Proses pembagian rekursif akan berhenti jika salah satu dari kondisi dibawah ini terpenuhi:
1. Semua data
dari anak cabang telah termasuk dalam kelas yang sama.
2. Semua
atribut telah dipakai, tetapi masih tersisa data dalam kelas yang berbeda.
Dalam kasus ini, diambil data yang mewakili kelas yang terbanyak untuk menjadi
label kelas pada node daun.
3. Tidak
terdapat data pada anak cabang yang baru. Dalam kasus ini, node daun akan
dipilih pada cabang sebelumnya dan diambil data yang mewakili kelas terbanyak
untuk dijadikan label kelas.
Beberapa contoh pemakaian Decision Tree,yaitu :
• Diagnosa penyakit tertentu, seperti hipertensi,
kanker, stroke dan lain-lain
• Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputerdanlain-lain
• Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputerdanlain-lain
• Pemilihan pegawai teladan sesuai dengan kriteria
tertentu
• Deteksi gangguan pada computer atau jaringan
computer seperti Deteksi Entrusi, deteksi virus (Trojan dan varians),dan
lain-lain
Pada project ini,Kami mencoba mengakali konsep
decision tree dengan cara,mengubah implementasinya pada penjumlahan nilai dari
tiap kepribadian.
Jadi gini, Kunci dari program kami terletak pada pertanyaan utama.Jadi gini,4 kepribadian itu dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu :
Jadi gini, Kunci dari program kami terletak pada pertanyaan utama.Jadi gini,4 kepribadian itu dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu :
Ekstrovert : sanguinis dan Koleris
Introvert : Melankolis dan Plegmatis
Nilai Ekstrovert : sanguinis + Koleris
Nilia Introvert : Melankolis + Plegmatis
pertanyaan pertama pada aplikasi kami adalah
mengkondisikan apakah jumlah nilai ekstrovert >= introvert.
apabila benar maka,tinggal membandingkan nilai
sanguinis dan koleris,en klo jawabannya salah,maka program akan membandingkan
nilai melankolis dan plegmatis.
Hasilnya adalah nilai kepribadian yang paling besar.setiap Nilai yang didapat akan disimpan kedalam temp,dan akan dimunculkan dalam bentuk grafik di program.
Hasilnya adalah nilai kepribadian yang paling besar.setiap Nilai yang didapat akan disimpan kedalam temp,dan akan dimunculkan dalam bentuk grafik di program.
Kodifikasi Pengetahuan :
- Pengorganisasian
dan mewakili pengetahuan sebelum diakses oleh personil yang berwenang.
- Bagian
pengorganisasian biasanya dalam bentuk pohon keputusan, tabel keputusan,
atau bingkai.
- Konversi
pengetahuan tacit ke pengetahuan eksplisit dalam bentuk yang dapat
digunakan.
- Konversi
informasi tidak terdokumentasi menjadi informasi yang didokumentasikan.
- Membuat
perusahaan-spesifik pengetahuan yang terlihat, mudah diakses, dan
digunakan untuk pengambilan keputusan.
Teknik dan Metode Kodifikasi Pengetahuan (alat dan
prosedur)
Pohon Keputusan
- Diatur
sebuah jaringan semantik hierarkis,
- Terdiri
dari node yang mewakili tujuan dan link mewakili keputusan atau hasil,
- Baca
dari kiri ke kanan, dengan akar berada di sebelah kiri,
- Semua
node kecuali simpul akar adalah contoh dari tujuan utama. Lihat Gambar
dibawah,
- Langkah
pertama sebelum kodifikasi yang sebenarnya,
- Kemampuan
untuk memverifikasi logika grafis dalam masalah yang melibatkan situasi
yang kompleks yang menghasilkan sejumlah tindakan,
Taksonomi pengetahuan membuat pengetahuan dapat secara gambar
direpresentasikan sehingga merefleksikan organisasi konsep dalam bidang
keahlian khusus atau untuk organisasi secara lebih luas.
Taksonomi adalah sistem klasifikasi dasar yang membuat kita dapat
menggambarkan konsep dan ketergantungannya-biasanya dalam bentuk
hierarki. Makin tinggi konsep diletakkan, makin umum atau generik konsep
tersebut. Makin rendah suatu konsep ditempatkan, makin spesifik hal
tersebut pada kategori level tinggi.
Konstruksi taksonomi melibatkan identifikasi, mendefinisikan, membandingkan
dan mengelompokkan elemen.
REFERENSI :
Group Member :
1. Randhy Pratama - 10141217
2. Rano Karno - 10141020
3. M. Muslim - 11141275
4. Endang Kurnia - 10141025
5. M. Roland Zen - 10141129
6. Elsa Oktarina - 10141019
1. Randhy Pratama - 10141217
2. Rano Karno - 10141020
3. M. Muslim - 11141275
4. Endang Kurnia - 10141025
5. M. Roland Zen - 10141129
6. Elsa Oktarina - 10141019
0 komentar:
Posting Komentar
Silakan Kasih Komentar,Saran, dan Masukan untuk Blog ini agar lebih maju dan dapat bermanfaat bagi semua